mkz organisation

Mengenai Saya

Foto Saya
pemalang, jawa tengah, Indonesia

Total Tayangan Laman

Selasa, 25 Januari 2011

PROGRAM KERJA PMR WIRA SMAN 1 MOGA


PROGRAM KERJA
PMR WIRA SMA NEGERI 1 MOGA
Tahun 2009 - 2011



A.                PROGRAM PELATIHAN
NO
PROGRAM KERJA
PELAKSANAAN
KETERANGAN
1
PEREKRUTAN ANGOTA PMR WIRA A BARU.
22 – 27 Juni 2010.
Terlaksana.
2
PELANTIKAN CALON ANGGOTA WIRA A.
25 – 26 September 2010.
Terlaksana.
3
PERSIAPAN MATERI.
Seitiap Sabtu.
Terlaksana.
4
LATIHAN RUTIN KE-PMR-AN.
Setiap Selasa.
Terlaksana.
5
PPPK SAAT UPACARA.
Menyesuaikan.
Terlaksana.
6
LATIHAN KEPEMIMPINAN (LDK) KHUSUS PMR.
Menyesuaikan.

7
TES KEMAMPUAN ANGGOTA, BAIK METERI MAUPUN PRAKTEK.
Selasa terakir tiap bulan.

8
TRAVELING KEPALANG MERAHAN.
Minggu terakhir tiap bulan.

9
DONOR DARAH RUTIN.
Oktober 2010, Februari 2011, Mei 2011.

10
EVALUASI SETIAP KEGIATAN.
Sabtu terakhir tiap bulan.

11
BAKTI SOSIAL KE-PMR-AN.
Februari 2011.

12
KENAIKAN JABATAN.
Menyesuaikan.

13
LATIHAN GABUNGAN (LATGAB).
Menyesuaikan.

14
PELATIHAN DILUAR.
Menyesuaikan.

15
REORGANISASI KEPENGURUSAN.
Januari 2011.
Terlaksana.
16
DIKLAT PMR.
 Februari 2011.

17
KRR.
 Januari 2010.

18
LATIHAN SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA.
Menyesuaikan.

19
PERINGATAN HUT PMI.
17 – 18 September.

20
UPACARA HUT PMI.
18 September.

21
HALAL BI HALAL.
Menyesuaikan.





B.                 PROGRAM SARANA.
NO
PROGRAM KERJA
PELAKSANAAN
KETERANGAN
1
PENGADAAAN OBAT.
Setiap minggu.

2
PENGECEKAN OBAT.
Setiap minggu.

3
PENATAAN RUANG SEKRETARIAT DAN RUANG UKS.
Setiap minggu.

4
PIKET HARIAN.
Sesuai jadwal.

5
PENGADAAN SERAGAMLAPANGAN.
Menyesuaikan.

6
KEGIATAN SIMULASI BENCANA.
Menyesuaikan.

7
PENGADAAN ALAT – ALAT KESEHATAN.
Sesuai kebutuhan.





PROGRAM KERJA
PMR WIRA SMA NEGERI 1 MOGA
Tahun 2009 - 2011


A.    PROGRAM PELATIHAN
1.                  PEREKRUTAN ANGOTA PMR WIRA A BARU.
a)                  Pelaksanaan: 22 – 27 Juni 2010.
b)                  Tujuan: Regenerasi keanggotaan PMR WIRA SMAN 1 MOGA
c)                  Peserta: Pengurus lama dan Calon anggota.

2.                  PELANTIKAN CALON ANGGOTA WIRA A.
a.       Pelaksanaan: 25 – 26 September 2010.
b.      Tujuan: Meresmikan calon anggota menjadi anggota.
c.       Peserta: Seluuruh anggota.

3.                  PERSIAPAN MATERI.
a.       Pelaksanaan: Seitiap Sabtu.
b.      Tujuan: merencanakan segala hal yang akan di bahas di pertemuan rutin.
c.       Peserta: Anggota lama.

4.                  LATIHAN RUTIN KE-PMR-AN.
a.       Pelaksanaan: Setiap Selasa.
b.      Tujuan: Pembekalan materi.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

5.                  PPPK SAAT UPACARA.
a.       Pelaksanaan: Menyesuaikan.
b.      Tujuan: Membantu dalam pertolongan pertama pada peserta upacara yang sakit.
c.       Peserta: Menyesuaikan sesuai jadwal.

6.                  LATIHAN KEPEMIMPINAN (LDK) KHUSUS PMR.
a.       Pelaksanaan: Menyesuaikan.
b.      Tujuan: Menanamkan Jiwa kepemimpinan pada setiap anggota.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

7.                  TES KEMAMPUAN ANGGOTA, BAIK METERI MAUPUN     PRAKTEK.
a.       Pelaksanaan: Selasa terakir tiap bulan.
b.      Tujuan: Mengetahui kemampuan setiap anggota.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

8.                  TRAVELING KEPALANG MERAHAN.
a.       Pelaksanaan: Minggu terakhir tiap bulan.
b.      Tujuan: Agar anggota dapat belajar dialam.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

9.                  DONOR DARAH RUTIN.
a.       Pelaksanaan: Oktober 2010, Februari 2011, Mei 2011.
b.      Tujuan: Melatih kepedulian para siswa.
c.       Peserta: Selurh siswa SMA N 1 Moga.

10.              EVALUASI SETIAP KEGIATAN
a.       Pelaksanaan: Sabtu terakhir tiap bulan.
b.      Tujuan:Memperbaiki kegiatan – kegiatan sebelumnya.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

11.              BAKTI SOSIAL KE-PMR-AN.
a.       Pelaksanaan: Februari 2011.
b.      Tujuan: Mengajarkan rasa kepedulian terhadap sesame.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

12.              KENAIKAN JABATAN.
a.       Pelaksanaan: Menyesuaikan.
b.      Tujuan: Reorganisasian baru.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

13.              LATIHAN GABUNGAN (LATGAB).
a.       Pelaksanaan: Menyesuaikan.
b.      Tujuan: Menjalin kerja sama dan persahabatan daengan keanggotaan PMR Malok lain.
c.       Peserta: Menyesuaikan.

14.              PELATIHAN DILUAR.
a.       Pelaksanaan: Menyesuaikan.
b.      Tujuan: Lebih mendalami materi dengan pemateri yang professional.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

15.              REORGANISASI KEPENGURUSAN.
a.       Pelaksanaan: Januari 2011.
b.      Tujuan: Membaharui struktur keanggotaan.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

16.              DIKLAT PMR.
a.       Pelaksanaan: Februari 2011.
b.      Tujuan: Memantapkan materi kepalangmerahan.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

17.              KRR.
a.       Pelaksanaan: Januari 2010.
b.      Tujuan: Bahan pembelajaran tambahan.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

18.              LATIHAN SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA.
a.       Pelaksanaan: Menyesuaikan.
b.      Tujuan: Melatih kesigapan dalam menanggulangi bencana.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

19.              PERINGATAN HUT PMI.
a.       Pelaksanaan: 17 – 18 September
b.      Tujuan: Memperingati HUT PMI.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

20.              UPACARA HUT PMI.
a.       Pelaksanaan: 18 September.
b.      Tujuan: Memperingati HUT PMI.
c.       Peserta: Seluruh anggota.

21.              HALAL BI HALAL.
a.       Pelaksanaan: Setiap idul fitri.
b.      Tujuan: Mempererat tali persaudaraan antar anggota.
c.       Peserta: Seluruh anggota.


B.     PROGRAM SARANA
1.      PENGADAAAN OBAT.
2.      PENGECEKAN OBAT.
3.      PENATAAN RUANG SEKRETARIAT DAN RUANG UKS.
4.      PIKET HARIAN.
5.      PENGADAAN SERAGAMLAPANGAN.
6.      KEGIATAN SIMULASI BENCANA.
7.      PENGADAAN ALAT – ALAT KESEHATAN.


Ketua umum periode 2009/2010



________________

Ketua umum periode 2009/2010



M.Khoeruzzaman

Mengetahu,
Pembina OMR



Dra. Endang Susilowati


Minggu, 09 Januari 2011

mkz astronomy


pengolahan citra bidang astronomi

Pengolahan citra adalah salah satu cabang dari ilmu informatika. Pengolahan citra berkutat pada usaha untuk melakukan transformasi suatu citra/gambar menjadi citra lain dengan menggunakan teknik tertentu. Operasi yang dilakukan untuk mentransformasikan suatu citra menjadi citra lain dapat dikategorikan berdasarkan tujuan transformasi maupun cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra.
Berdasarkan tujuan transformasi operasi pengolahan citra dikategorikan sebagai berikut :
  • Peningkatan Kualitas Citra (Image Enhancement)
Operasi peningkatan kualitas citra bertujuan untuk meningkatkan fitur tertentu pada citra.
  • Pemulihan Citra (Image Restoration)
Operasi pemulihan citra bertujuan untuk mengembalikan kondisi citra pada kondisi yang diketahui sebelumnya akibat adanya pengganggu yang menyebabkan penurunan kualitas citra.
Berdasarkan cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra, Operasi pengolahan citra dikategorikan sebagai berikut :
  • Operasi titik, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya hanya ditentukan oleh nilai piksel itu sendiri.
  • Operasi area, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya dipengaruhi oleh piksel tersebut dan piksel lainnya dalam suatu daerah tertentu. Salah satu contoh dari operasi berbasis area adalah operasi ketetanggaan yang nilai keluaran dari operasi tersebut ditentukan oleh nilai piksel-piksel yang memiliki hubungan ketetanggaan dengan piksel yang sedang diolah.
  • Operasi global, yaitu operasi yang dilakukan tehadap setiap piksel pada citra yang keluarannya ditentukan oleh keseluruhan piksel yang membentuk citra.
Pengolahan citra bidang astronomi
                Dalam perkembangannya, ilmu astronomi tidak sekadar mengamati fenomena langit saja. Astronomi merupakan sains mengenai jagat raya yang berkaitan dengan berbagai objek langit dan dengan keseluruhan struktur skala besar jagat raya. Agar astronomi di Indonesia tetap berkembang di masa mendatang, ilmu astronomi harus tetap memperhatikan perkembangan yang dinamis dan siap dengan segala tantangan
Pada zaman dulu, astronomi tumbuh ketika timbul kebutuhan akan metode untuk menentukan arah dan bantuan dalam arah navigasi saat kapal layar menjelajah laut luas dan daratan lenyap di bawah cakrawala. Ilmu ini terus berkembang ke dalam sains yang mempelajari gerak, lokasi, dan hakekat fisis dari semua benda langit. Astronomi bersifat khas berdasarkan metode penerapannya, karena lebih bersifat ilmu pengamatan daripada eksperimen di laboratorium.
Keindahan astronomi berhadapan dengan pertanyaan yang paling mendasar tentang hakekat dan asal jagat raya, serta benda-benda di dalamnya. Ilmu ini juga telah menjadi bagian yang erat dalam kehidupan modern di masa ini, misalnya karena adanya matahari, bintang yang paling dekat dan menjadi ketergantungan manusia di bumi.
Dalam aktivitas kerjanya, astronomi turut berkontribusi memberikan inspirasi pada perkembangan sains lainnya, tidak hanya fisika, kimia, dan matematika, tetapi juga geologi, biologi, dan disiplin lainnya. Astronomi memberikan umpan balik pada sains tersebut dengan penemuan, konsep, dan tantangan baru. Di bidang teknologi misalnya, munculnya alat penerima radio derau rendah, detektor, dan teknik pengolahan citra menjadi bukti kontribusi ilmu astronomi bagi disiplin ilmu lain.
Astronomi di Indonesia juga diakui mempunyai reputasi yang baik di mata komunitas astronomi internasional. Indonesia pernah mendapatkan kehormatan untuk menyelenggarakan "The 9th Asian Pacific Regional Meeting of the IAU" pada tahun 2005 di Bali. Ajang lain seperti "The International Olympiad on Astronomy and Astrophysics" juga pernah diselenggarakan pada tahun 2008 di Bandung.
Hingga saat ini, Indonesia hanya mempunyai teropong dengan diameter yang cukup kecil, yaitu 0,7 m. Oleh karena itu, mempunyai teropong besar sendiri merupakan hal yang penting bagi masa depan astronomi di Indonesia. Hal ini pernah disampaikan van der Hucht yang menyarankan teleskop kelas 2,5 m untuk Indonesia.
Observatorium Bosscha yang telah diserahkan pada keadministrasian ITB memainkan peranan yang sangat penting dalam kemajuan ilmu astronomi di Indonesia. Pada periode 1960-an hingga 1990-an, observatorium ini diandalkan untuk pengamatan bintang raksasa dan maharaksasa dalam bidang galaksi dan dekat pusat galaksi, pengamatan daerah HII kompak, dan telaah gugus bintang galaktik.

Berdasarkan telaah dan analisa dari 32 daerah di Indonesia, diperoleh data bahwa Nusa Tenggara Timur mempunyai iklim yang lebih baik daripada daerah lainnya di Indonesia. NTT merupakan kandidat yang menjanjikan sebagai suatu situs astronomi. Atas hal inilah, muncul gagasan untuk mendirikan suatu situs pengamatan objek astronomi kedua di Indonesia, selain Observatorium Bosscha yang sudah ada. Observatorium ini akan menjadi memicu perkembangan astronomi itu sendiri.

bogriafi


 

Biografi Band Dewa 19

Pada tahun 1986, empat siswa SMPN 6 Surabaya mulai merenda mimpi - mimpi indah menjadi musisi terkenal. Dengan kemampuan pas - pasan mereka mengibarkan bendera DEWA. Nama ini bukan sekedar gagah - gagahan, melainkan akronim dari nama mereka berempat : Dhani Manaf [Keyboard, Vokal], Erwin Prasetya [Bass], Wawan Juniarso [Drum], dan Andra Junaidi [Gitar]. Waktu itu kegilaan mereka pada musik sudah terlihat. Tidak jarang masing - masing terpaksa bolos sekolah, sekedar untuk bisa ngumpul dan genjrang - genjreng memainkan alat musik. Rumah Wawan di jalan Darmawangsa Dalam Selatan No. 7, yang terletak di salah satu sudut komplek Universitas Airlangga, menjadi markas mereka karena disana terdapat seperangkat alat musik walaupun seadanya namun Dewa bisa berlatih sepuasnya.
Yang membedakan Dewa dengan grup Surabaya lainnya ketika itu adalah warna musik yang mereka mainkan. Kalau grup lain gemar membawakan aliran heavy metal milik Judas Priest atau Iron Maiden, Dewa muncul dengan lagu - lagu milik Toto yang lebih ngepop. Hanya semuanya berubah ketika Erwin yang doyan jazz mulai memperkenalkan musik fudion dari Casiopea. Andra dan Dhani yang semula manteng di jalur rock, akhirnya ikutan juga. Format musik Dewa pun perlahan - lahan bergeser, bahkan mereka bukan

cuma memainkan lagu - lagu Casiopea, tapi juga karya dari musisi jazz beken lainnya seperti Chick Corea atau Uzeb. Dhani, Erwin, dan Andra lantas berangan - angan ingin seperti Krakatau atau Karimata, dua kelompok jazz yang lagi kondang saat itu. Ini membuat Wawan murung, penggemar berat musik rock ini merasa warna Dewa sudah keluar jalur. Akhirnya Wawan memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso. Setahun kemudian menyeberang ke Pythagoras. Posisi Wawan di Dewa lantas digantikan kakak kelasnya, Salman. Nama Dewa pun berubah menjadi Down Beat, diambil dari nama sebuah majalahjazz terbitan Amerika.

Untuk kawasan Jawa Timur dan sekitarnya, nama Down Beat cukup dikenal terutama setelah berhasil merajai panggung festival. Sebut saja Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA '90 atau juara II Jarum Super Fiesta Musik. Sementara itu Pythagoras pun berhasil jadi finalis Festival Rock Indonesia yang digelar promotor Log Zhelebor. Tapi bagi keempat cowok yang secara psikologis masih dalam pencarian jati diri itu, jazz ternyata juga hanya sebuah persinggahan. Begitu nama Slank
berkibar impian mereka pun berubah. Wawan Juniarso segera dipanggil kembali untuk menghidupkan Dewa dan Ari Lasso ikut bergabung. Nama Dewa kembali tegak, bedanya kali ini pakai embel - embel 19 semata karena rata - rata usia pemainnya 19 tahun. Seperti halnya Slank, Dewa 19 pun mencampuradukkan beragammusik jadi satu : pop, rock, bahkan jazz, sehingga melahirkan alternatif baru bagi khasanah musik Indonesia saat itu. Teman sekelas Wawan, Harun rupanya tertarik oleh konsep tersebut dan segera mengucurkan dana Rp. 10 juta untuk memodali teman - temannya rekaman. Tapi karena di Surabaya tidak ada studio yang memenuhi syarat, mereka terpaksa ke Jakarta padahal jumlah dana tadi jelas pas - pasan. Walhasil mereka harus ngirit habis - habisan, segala hal dikerjakan sendiri termasuk mengangkat barangdan sebagainya. Tapi disini musikalitas mereka teruji.

Album perdana, 19 rampung cuma 25 shift saja. Termasuk luar biasa buat ukuran musisi daerah yang baru saja menginjak rimba ibukota. Dengan master di tangan, Dhani gentayangan dari satu perusahaan rekaman satu ke perusahaan rekaman lain pakai bus kota, sementaraErwin, Wawan, Andra dan Ari menunggu hasilnya di Surabaya. Sempat ditolak sana - sini, master itu akhirnya dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records, yang pernah sukses melejitkan Kla Project.Di luar dugaan, angka penjualan album 19 meledak di

pasaran, setelah melewati angka 300.000 kopi, pihak BASF mengganjar mereka dengan dua penghargaan sekaligus. Masing - masing untuk kategori Pendatang Baru Terbaikdan Album Terlaris 1993. Dalam pembuatan album Format Masa Depan diwarnai oleh hengkangnya Wawan Juniarso karena tidak adanya kecocokan diantaranya.

Setelah itu dalam pembuatan album berikutnya Dewa menggunakan additional music untuk drummernya yang antara lain : Ronald dan Rere. Setelah album Terbaik - Terbaik selesai, masuklah Wong Aksan menempati posisi drummer. Namun setelah menyelesaikan pembuatan album Pandawa Lima, pada tanggal 04 Juni 1998 Wong Aksan dikeluarkan dari Dewa 19, sebab pukulan dram Aksan dinilai mengarah kemusik jazz dan sebagai gantinya masuklah Bimo Sulaksono (mantan anggota Netral)


Biografi Gesang - Pencipta Lagu Bengawan Solo

Gesang atau lengkapnya Gesang Martohartono (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 20 Mei 2010 pada umur 92 tahun) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia. Dikenal sebagai "maestro keroncong Indonesia," ia terkenal lewat lagu Bengawan Solo ciptaannya, yang terkenal di Asia, terutama di Indonesia dan Jepang. Lagu 'Bengawan Solo' ciptaannya telah diterjemahkan kedalam, setidaknya, 13 bahasa (termasuk bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang)
Gesang tinggal di di Jalan Bedoyo Nomor 5 Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo bersama keponakan dan keluarganya, setelah sebelumnya tinggal di rumahnya Perumnas Palur pemberian Gubernur Jawa Tengah tahun 1980 selama 20 tahun. Ia telah berpisah dengan istrinya tahun 1962. Selepasnya, memilih untuk hidup sendiri. Ia tak mempunyai anak.

Gesang pada awalnya bukanlah seorang pencipta lagu. Dulu, ia hanya seorang penyanyi lagu-lagu keroncong untuk acara dan pesta kecil-kecilan saja di kota Solo. Ia juga pernah menciptakan beberapa lagu, seperti; Keroncong Roda Dunia, Keroncong si Piatu, dan Sapu Tangan, pada masa perang dunia II. Sayangnya, ketiga lagu ini kurang mendapat sambutan dari masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya terhadap perkembangan musik keroncong, pada tahun 1983 Jepang mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo. Pengelolaan taman ini didanai oleh Dana Gesang, sebuah lembaga yang didirikan untuk Gesang di Jepang.

Tahun 2007, Gesdang dirawat di rumah sakit PKU Solo dan menjalani operasi prostat. Di Januari 2010, Gesang masuk rumah sakit kembali, tak lama kemudian Gesang pulang.
Selanjutnya, Gesang masuk rumah sakit Rabu 13 Mei karena gangguan pernafasan dan infeksi kandungan kemih. Minggu, 16 Mei Gesang masuk ICU RSU Solo karena mengalami penurunan tekanan darah. Selasa, 18 Mei Gesang digosipkan meninggal dunia, akan tetapi kabar tersebut ternyata salah.

Lagu-lagu ciptaan Gesang

* Bengawan Solo
* Jembatan Merah
* Pamitan (versi bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Broery Pesulima)
* Caping Gunung
* Ali-ali
* Andheng-andheng
* Nawala
* Roda Dunia
* Tembok Besar
* Seto Ohashi
* Pandanwangi
* Impenku
* Kalung Mutiara
* Pemuda Dewasa





Kamis, 23 Desember 2010

laporan perjalanan

LAPO RAN PERJALANAN

KE
OBJEK WISATA CANDI BOROBUDUR
SMA NEGERI 1 MOGA
TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Karya tulis ini disusun sebagai laporan hasil perjalanan ke objek wisata di daerah Yogyakarta & sekitarnya untuk memenuhi tugas akhir semester genap kelas VIII tahun pelajaran 2009 / 2010



 










Disusun oleh :
M. KHOERUZZAMAN



PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA DAERAH SMA NEGERI 1 MOGA
TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010


KATA PENGANTAR


            Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan dan menyusun karya tulis ini.
Selain itu, karya tulis ini kami susun untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya suatu peninggalan sejarah. Karena peninggalan sejarah ada untuk kita lestarikan bukan untuk dirusak.
Terwujudnya karya tulis ini berkat dukungan dari berbagai pihak, khususnya para pembimbing dan semua guru yang terlibat disini dan kami ucapkan terima kasih. Semoga karya tulis yang kami susun dapat bermanfaat bagi kita semua. Bila ada kesalahan, kami minta maaf.



Penulis


M. Khoeruzzaman

HALAMAN PENGESAHAN

Penyusunan karya tulis ini telah disahkan dan disetujui pada :
Hari               :
Tanggal        :
Oleh              :




Wali Kelas




ONE FASE K S,P
NIP. 1972022 2200012 0 001

Pembimbing




Dra. ERNA SETYANI Msi
NIP. 19590505199802 2001



Kepala SMAN 1 MOGA



AYANTO S Pd M Pd
NIP. 195510311977111002

DAFTAR ISI

Halaman judul.......................................................................................................... i
MOTTO ................................................................................................................... ii
Kata Pengantar ..................................................................................................... iii
Halaman Pengesahan .......................................................................................... iv
Daftar Isi..........................................................................................................        v
BAB      I. ......................................................................................................... PENDAHULUAN                1
A.   Latar Belakang ..................................................................................... 1
-      Latar Belakang  Laporan Perjalanan ............................................... 1
-      Latar Belakang diadakan Perjalanan .............................................. 1
B.   Tujuan .................................................................................................. 1
C.  Manfaat ................................................................................................ 2

BAB II. METODE PENGUMPULAN ................................................................... 3
A.       Observasi/Pengamatan ..................................................................... 3
B.       Wawancara ........................................................................................ 3
C.       Studi kepustakaan ............................................................................. 3
D.       Pengolahan Data dn Penyajiannya.................................................... 3

BAB      III    LAPORAN HASIL PERJALANAN ................................................. 5
A.       Lokasi ................................................................................................. 5
B.       Nama, Fungsi dan Arti  ...................................................................... 6
C.       Bentuk ................................................................................................ 7

BAB IV PENUTUP ................................................................................................ 8
A.       Kesimpulan ........................................................................................ 8
B.       Saran ................................................................................................. 8
Daftar Pustaka ....................................................................................................... 9

BAB I
PENDAHULUAN


A.       LATAR BELAKANG
§      Latar Belakang Laporan Perjalanan
            Tugas sekolah adalah kegiatan kewajiban dari seseorang siswa yang harus diselesaikan. Salah satu tugas sekolah dalam hal ini adalah menyusun karya tulis yang berbentuk laporan. Adapun laporan yang ditugaskan ini berupa laporan perjalanan. Perjalanan karya wisata atau sering orang menyebut study tour. Inilah yang merupakan fokus penyusunan laporan.
            Laporan disusun setelah kegiatan dilaksanakan. Adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah study tour ke Yogyakarta Jawa Tengah, oleh karena itu laporan ini segera kami susun dan kami beri judul “STUDY TOUR TO YOGJA siswa SMP Negeri 5 Nganjuk Tahun ajaran 2010”.

§      Latar belakang diadakan Perjalanan
            Dengan diadakan perjalanan study tour ini bukan semata-mata hanya untuk berlibur saja. Karena dengan diadakan perjalanan ini untuk menyelenggarakan kegiatan karya tulis ilmiah sederhana ini.

B.       TUJUAN
            Penyusunan laporan kegiatan wisata ini memiliki beberapa tujuan antara lain :
1.      Memenuhi tugas akhir sekolah untuk membuat karya tukis ilmiah sederhana   (KTIS)
2.      Mengetahui hasil akhir kegiatan siswa tahun 2010-06-02
3.      Dapat mengetahui cara pembuatan karya tulis yang sederhana berbentuk laporan.




C.       MANFAAT
            Dengan adanya kegiatan study tour ini bisa mengembangkan dan memperkenalkan science kepada siswa mulai dari dini,harapan lebih luas, kreatifitas anak didik terus diasah, sehingga bangsa Indonesia tidak hanya menjadi sasaran eksploitasi pasar teknologi belaka, tetapi juga berusaha untuk dapat menciptakan teknologi sendiri.

BAB II
METODE PENGUMPULAN & METODE PENYUSUNAN LAPORAN


A.       OBSERVASI / PENGAMATAN
            Setelah kami mengamati sekian banyak objek-objek yang ada ditanam pintar dan sekitarnya. Kami dapat menyimpulkan bahwa ternyata tempat tersebut sangat indah,dan memiliki bangunan-bangunan yang cukup kuat ,dan juga benda-benda disana mengandung banyak arti dan makna yang tersmbunyi.

B.       CATATAN
            Penjelasan Candi Borobudur didapat dari Artikel yang ditata dengan rapi dan dibentuk menjadi sebuah karya yang bisa  menambah wawasan kita. Selain itu disana terdapat bangunan-bangunan yang masih kokoh. dan yang lebih menariknya lagi sebelum kita masuk kedalam canci borobudur di pelatarannya kita sudah sambut oleh penjual buku yang isinya tentang sejarah candi tersebut.

C.       STUDI KEPUSTAKAAN
            Pertama-tama kita melakukan kegiatan pengamatan terhadap objek dari kegiatan tersebut. Kami mendapatkan data-data dan keterangannya yang penting untuk pembuatan laporan perjalanan. Setelah itu kita menguraikan tentang kegiatan pencarian data atau informasi dari bahan bacaanyang kemudian dijadikan sebuah laporan.

D.       PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA
§      Langkah-langkah yang kami ambil yaitu pembagian tugas bagi setiap individu untuk mencari data-data yang diperlukan, setelah itu yang dibuat untuk penyusunan sebuah laporan

§      Data-data yang telah terkumpul lalu kami gabungkan menjadi satu kelompok, berdasarkan urutannya, setelah itu dikonsultssikan terlebih dahulu kepada pembimbingnya untuk dipertanyakan bahwa laporan kami buat apakah sudah tepat atau sebaliknya.

§      Setelah itu baru kami jadikan sebuah laporan yang berjudul karya tulis ilmiah sederhana (KTIS).
BAB III
LAPORAN HASIL PERJALANAN

A.       LOKASI
     Candi Borobudur terletak di kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Twngah. Candi ini dan kota Magelang terletak di sebelah selatan + 15 km dalam jarak lurus. Dataran Kedu yang berbukit, hampir seluruhnya dilingkari pegunungan. Gunung yang melingkari candi Borobudur antara lain : sebelah timur terdapat gunung Merbabu dan gunung Merapi, barat laut Sumbing dan gunung Sindoro, dan keempat gunung tersebut hanya gunung Merapi yang masih aktif sebagai gunung berapi. Di sebelah utara terdapat gunung Tidar, walaupun tidak sebesar gunung tersebut di atas namun gunung ini terkenal dengan sebutan “Pakuning Tanah Jowo”. Sedang sebelah selatan terdapat pegunungan Menoreh, bila dilihat dari candi Borobudur, puncak-puncak yang menjulang tinggi, nampak serupa dengan seseorang yang sedang tidur terlentang membujur dari timur ke barat. Lekukan-lekukan pegunungan itu seolah menggambarkan kepala lengkap dengan hidung, bibir dan dagu juga bagian perut samapi kaki. Karena keadaan seperti itulah maka cerita rakyat berkembang bahwa yang sedang tidur terlentang itu adalah GUNADHARMA, yaitu ahli bangunan yang menurut kepercayaan telah berhasil enciptakan candi Borobudur dan menjaganya sambil mengawasi ciptaannya dari masa ke masa.b disebelah selatan candi Borobudur terdapat candi Pawon dan candi Mendut.
     Cadi Pwon, mempunyai bilik, didalamnya tak terdapat satu petungpun juga tidak diketahui Dewa siapa yang dipuja. Oleh karena itu tidak dapat dipastikan apa fungsi candi pawon dalam hubungannya dengan candi Borobudur. Dimungkinkan candi Pawon sebagai tempat istirahat dalam perjalanan ziarah, karena letak candi ini di antara candi Mendud dan candi Borobudur.
     Candi Mendut sebagai tempat pemujaan. Di dalam bilik terdapat sebuah patung Budha (besar) yang menggambarkan sang Budha sedang duduk di atas singasana, sikap tangan menggambarkan saat ia pertama kali memberikan wejangan di taman Rusa. Patung tersebut diapit oleh pengiringnya yakni AWALQKITESWARA dan WAJRAPANI.
Candi Borobudur terletak paling barat diantara tiga candi tersebut.


Denah candi Borobudur, lengkap dngan posisi stupa yang berada pada teras LII dan III, serta dinding langkan tingkat I –v dan juga gapura serta tangga naik turu pada keempat sisinya (timur, selatan, barat dan utara).

B.       NAMA, ARTI dan FUNGSI
            Mengenai arti  dan nama candi Borobudur sampai sekarang memang belum jelas. Namun menurut Soesirman,Drs dalam bukunya “Borobudur salah satu keajaiban dunia” menjelaskan antar lain sebagai berikut.
            Nama Borobudur berasal dari gabungan kata-kata Boro dan Budur, Boro berasal dari kata sanskerta “vihara” yang berarti komplek candi dan bihara atau juga asrama(menurut Poerbatjaraka dan Stutterheim). Sedangkan Budur dalam bahasa Bali “Beduhur” yang artinya atas. Jadi nama Borobudur berarti asrama! Bihara (klompok candi yang terletak di atas bukit).
            Memang dihalaman barat laut dari candi Borobudur sewaktu diadakan penggalian ditemukan sisa-sisa bekas sebuah bangunan yang dimungkinkan bangunan bihara. Pendapat lain dikemukakan oleh Casparis berdasarkan prasasti Sri Kahulunan (842 M). Di dalam prasasti tersebut terdapat nama sebuah kuil “Bhumisambhara” yangmenurutnya nama itu tidak lengkap. Agaknya masihada lagi sepatah kata untuk “gunung” dibelakangnya, sehingga nama seluruhnya seharusnya “Bhumisambhara Budhara”. Dan kata inilah akhirnya terjadi nama Borobudur.
            Masih banyak lagi teori-teori dari para ahli  tentang arti nama Borobudur. Borobudur adalah bangunan umat Budha. Di India bangunan yang berhubungan dengan ajaran Budha disebut stupa, ialah bangunan yang berbentuk kubah berdiri di atas sebuah lapik dan diberi payng di atasnya. Adapun arti dari pada stupa itu adalah :
·         sebagaim tempat penyimpan relief (peninggalan-peninggalan) yang dianggap suci benda-benda, pakaian, tulang belulang sang Budha, arhat dan bhiksu terkemuka), dinamakan juga Dhatu grabha (Dagoba).
·         Sebagai tanda peringatan dan penghormatan sang Bhuda.
·         Sebagai lambang suci umat Bhuda.
                  
           Bangunan Borobudur pada hakekatnya adalah stupa juga yang karena mengalami perkembangan yang lama, mempunyai bentuk arsitektur yang lain dan pada yang terdapat di negara-negara penganut Budha lainnya.
           Pada piagam dan tahun 842 M, ada terdapat kalimat “Kamulan Bhumisambhara”, kamulan berasal dari kata sansekerta mula sedangkan Bhumisambhana diartikan menjadi Borobudur. Dengan demikian bangunan Borobudur menurut Casparis adalam tempat pemujaan atau penghormatan nenek moyang dari Wangsa Syailendra.

C.       BENTUK

            Candi Borobudur adalah salah satu dari 7 keajaiban dunia yang dikenal sampai sekarang, setiap bangunan candi Borobudur mengandung arti dan makna yang tersimpan dan banyak juga mengandung nilai-nilai sejarah yang tinggi. Contohnya dari bangunan patung singa berarti yang berada pada halaman sisi barat ang juga menghadap ke barat, seiolah-olah sedang menjaga bangunan candi yang megah dan bagus itu.
            Begitu juga dengan stupa induk yang berada di tengah-tengah dan paling atas, merupakan ahkota penghias bangunan candi Borobuduryang anggun dan mempesona. Nampak juga stupa berlubang yang pada bagian dalamnya terdapat patung Budha, stupa teras II dan teras II, sedangkan stupa teras I tidak terlihat. Dari situlah kita dapat mengambil makna bahwa sungguh besar keagungan Tuhan ini

BAB IV
PENUTUP

A.       KESIMPULAN
            Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan karya tulis yang berbentuk laporan kegiatan ini adalah, bahwa ternyata :
§      Kegiatan yang paling menyenangkan dalam kurun waktu sekolah selama ini adalah kegiatan karya wisata.
§      Bahwa tempat yang kita kunjungi, selama berwisata adalah tempat wisata yang paling besar dan mewah untuk melakukan tugas dan sebagainya.
§      Taman Pintar adalah suatu lokasi wisata yang menggiring intelektual kita lebih tinggi dan lebih berilmu.
§      Penyusunan laporan adalah salah satu bentuk penulisan karya tulis yang berdasarkan suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.
                  
            Selain itu, ternyata tempat-tempat wisata yang kami kunjungi mempunyai sejarah yang sangat berbeda-beda, diantaranya :
§       Candi Borobudur dan suasananya menarik untuk kita pelajari sejarahnya
§       Taman Pintar yang merupakan tempatnya para siswa untuk belajar mengenai karya-karya ilmiah.
§       Kraton Yogyakarta yaitu tempat yang bersejarah, di dalam ruangannya terdapat batik, foto-foto / asset-asset
§       Candi Prambanan yang merupakan candi agama Hindu yang terindah di Indoesia,


B.       SARAN
            Saran yang dapat kami ajukan melalui laporan ini, bahwa event seperti ini sangat positif utuk generasi kedepan agar lebih matang persiapannya, sehingga pembuatan karya tulis ilmiah sederhana ini akan lebih baik dan bermanfaat bagi semuanya khususnya siswa SMPN 5 NGANJUK, selain sebagai dokumentasi perpustakaan juga dapat merupakan tambahan bacaan referensi karya tulis lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

·        Majalah sejarah tahun 2006
·        http//:www.candiborobudur.com
·        Pemandu wisata candi Borobudur
·        Juru kunci candi Borobudur
·        Buku candi Borobudur (salayang pandang)